BLOGGER TEMPLATES AND Tagged Layouts »

Pages

Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 April 2010

TUHAN sayang aku. . .

TUHAN saYang aKu. . . iNi haNya coBaaN, taNda DIA beGitu meNyayaNgi aKU. . . DIA iNgin meNgaJarKan aKu, baGaimaNa iTu saBar dan IkhLas. . . biaR akU meNjadi KuaT. . . Kuat meRedaM eGo kU, kUat meRedaM ceMbuRu kU, kuaT mereDaM ceNgeNg Ku, kUat meRedam ketidakbErdayaan Ku. . . Yah, TUHAN sayanG aKu. . . beGitU menYayaNgi kU. . . bIaR TUHAN yang tau aPa yang aKu raSa, daN biaRkan TUHAN yang mEmbaLas Ku deNgan keTenaNgan haTi daN keBahagiaaN. . . seMoga. . . ^_^ 13 April 2010 iPoOnx

Rabu, 25 November 2009

RyoLuphNaa


BiaRkan Laa aQuw teTap disiNii. . .
tInggaL deNgan sEmua Rasa iNii diHatii. . .
mEmeLuk eRat cInta mU. . .
mEnggeNggaM pEnuh kaSih mU. . .
mEngUnci RaPat haTi mU. . .
aGaR haNya aDa aQuw yaNg mIlikii Rasa mU. . .
bUkan dIa, meReka, aTau siaPa pUn. . .
aGaR haNya aDa aQuw yaNg Jadii teRakhiR daN masa dePan mU. . .
buKan meReka waLau yaNg peRtama aTau seMua maSa LaLu Mu. . .
BiaR aQuw saJaa. . .
bUkaN siaPa-siaPA. . .
haNya aQuw. . .!!!


25 november 2009

Jumat, 10 Juli 2009

ZaLuPhoe

Hatiku gundah. Perasaanku sedang tak menentu. Difikiranku sedang ada dirimu, tapi hatiku sangat menolak hadirmu. Entah sengaja atau tidak, tapi hadir bayangmu sangat mengganggu. Semakin aku berusaha kuat tuk menghindar apapun tentangmu, semakin aku menjadi lemah karena semua itu. Aku tak tau apa dengan sikapku ini aku menjadi terlalu egois atau tidak. Egois akan perasaanku padamu. Egois karena terlalu (ingin) membencimu. Egois karena mematahkan rasaku padamu. Egois karena (berharap bisa) melupakanmu. Dan banyak lagi egois yang tumbuh karena semua ini. Tapi jika aku sangat egois, aku tak akan pernah rela kau tinggalkan begitu saja. Jika aku egois, tak akan aku biarkan dengan mudah kau berlalu dihadapanku dan hingga kini tak tau bagaimana kabarmu. Jika aku egois, tak mungkin aku tak membalas sakit hatiku padamu. Jika aku egois, tak mungkin aku (sedikit) bahagia jika kau merasa bahagia. Dan masih banyak lagi ketidakegoisanku pada semua ini. Atau mungkin pribadiku ganda? Sebagian (berusaha) menolak hadirmu, sebagian lagi (berharap) menerima kehadiranmu. Entah ini plin-plan atau apa, tapi inilah yang sedang aku rasa. Saat ini mungkin aku bisa lupa akan dirimu, tapi sedetik kemudian tiba-tiba saja aku teringat akan dirimu. Memang semua butuh proses dan waktu, tapi sampai kapan aku (merasa) tersiksa begini? Tersiksa??? Ya, tentu saja aku tersiksa, karena aku merasa hidupku jadi tak jelas karenamu!!!

Dalam Diamku Aku Mencintaimu


Dalam Diamku Aku Mencintaimu
Ternyata menyakitkan hanya mencintai tapi tidak dicintai. Tapi, aku tak bisa berbuat apa-apa. Yang ku bisa hanya mencintaimu dalam diam ku. Mungkin dengan diam ku, itu akan lebih baik. Ku tak ingin kamu menjauh, karena itu aku memilih mencintaimu dalam diamku. Aku pun tau aku tak akan pernah bisa menjadi yang terbaik untukmu. Aku juga sangat tau, bahwa cintamu untuk siapa. Aku tau bagaimana kamu memperjuangkan cintamu. Itu juga yang membuatku berfikir diam itu lebih baik.
Dalam diamku juga aku mencoba tuk memahami bagaimana bahagiamu, sedihmu, marahmu, tindakanmu, fikiranmu, dan semua yang ada didirimu. Aku mencoba tuk mengerti. Aku berusaha tuk bisa merasa apa yang kamu rasakan saat ini. Aku tau bagaimana sakit yang kau rasa. Aku tau bagaimana hampa yang kau rasa. Aku tau rasanya. Kamu bilang sedih, kamu bilang sakit, aku coba tuk ikut rasakan. Kamu bilang menangis, aku juga ingin menangis mendengarnya.
Dalam diamku aku mencintaimu. Tapi aku tau cinta tak bisa dipaksakan, cinta tak harus memiliki seutuhnya. Tapi aku bisa mencintaimu dengan menjadi pendengarmu, penyemangatmu, pendukungmu. Aku bisa mencintaimu dengan menjadi seorang teman. Walau kamu bilang kamu ga butuh teman, tapi aku akan buktikan akulah orang yang bisa kamu andalkan untuk menjadi seorang teman. Meskipun aku tak bisa selalu ada disaat susahmu. Tapi aku selalu berusaha tuk bisa ada. Jadi kamu ga’ sendiri.
Dalam diamku aku mencintaimu. Setiap aku sadar bahwa aku mencintaimu, perih hatiku terasa kembali. Sesak didadaku tarasa lagi. Tapi aku selalu mencoba tuk merelakannya. Sulit memang, tapi aku cuma punya satu pilihan itu agar kamu tetap disini bersamaku, walaupun aku hanya sebagai tempat mencurahkan semua rasamu tuk dia.
Dalam diamku aku mencintaimu. Aku tau kita cuma teman, dan untuk selamanya cuma jadi teman. Aku sungguh tau bagaimana perasaanmu, fikiranmu. Aku tau bagaimana kamu berjuang tuk dapetin dia. Aku bersama kamu terus. Dan kamu selalu cerita sama aku. Aku tau seberapa besar pengorbanan kamu tuk dapetin dia kembali. Aku tau, tau banget. Sakit memang selalu dengar kamu bilang apapun kamu lakuin tuk dia. Tapi aku tau hanya dengan dapetin dia lagi kamu bahagia. Dan aku harus bahagia juga. Harus!!!
Dalam diamku aku mencintaimu. Aku selalu beranggapan ini sebagai cara tuk aku bisa dewasa dan bahagia. Kalau aku ga’ bisa bahagia dengan ga’ dapetin kamu sebagai kekasihmu, aku masih punya satu pilihan, yaitu aku bisa bahagia dengan dapetin kamu sebagai temanku.

selamat tinggal masa lalu


“Apa yang harus aku lakukan
Untuk membuat kau mencintaiku
Sgala upaya tlah ku lakukan untukmu
Apa yang harus aku tunjukkan
Untuk membuat kau menyayangiku
Inilah aku yang memilih kau untukku”
(Seventeen-Untuk Mencintaimu)
Kau tak tau betapa aku menyayangimu. Betapa aku menginginimu ada untukku. Betapa berharapnya aku kau selalu mengerti diriku. Walau itu tak berarti aku harus selalu menuruti semua perkataanmu. Tapi, ku rasa aku memang tak pernah pantas untukmu. Bukan karena aku brengsek, sebab aku tak bersalah dan menyakitimu. Tapi, karena aku hanya seorang yang terlalu bodoh, sehingga mudah terluka.
Dan hari ini aku tau bahwa kau telah bahagia. Bahagia bersama dia, pilihanmu. Katakan padaku, bahwa aku tak pantas menangis karena itu. Katakan padaku, bahwa tak wajar aku bersedih dan merasa kehilangan dirimu. Tolong katakan itu padaku.
Mengapa aku ini? Katakan apa yang salah dengan diriku. Biar aku tau. Biar aku tak bingung. Biar aku tak menerka-nerka. Katakan apa yang salah didiriku. Karena aku sudah lelah menangis, sudah lelah berlari dari rasa sedihku, sudah lelah terluka. Katakan apa yang salah dariku selama ini. Mengapa selama ini aku yang selalu terluka. Aku yang selalu dibohongi. Aku yang selalu mengalah.
Aku mungkin memang terlalu lemah menghadapi semuanya. Hingga tak pernah aku berhasil mengobati lukaku. Aku memang tak begitu tegar melawan semuanya. Hingga tak pernah aku kuasa tuk menahan tangisku. Tapi inilah aku. Aku yang lemah, yang cengeng, yang tak pernah tegar. Inilah aku.
Aku selalu bermimpi bahagia dengan segala perasaanku padamu. Tapi kenyataannya aku terluka dengan itu. Aku yang tak pernah tau bagaimana perasaanmu padaku. Tapi, aku selalu percaya padamu, pada kata-katamu, pada janjimu. Tapi, sekarang aku tau, aku salah telah percaya pada semua itu. karena itu tak pernah ada dalam hatimu. Tak pernah sungguh kau ucapkan. Mungkin kau begitu hanya untuk buatku bahagia. Maaf, kau salah. Kenyataannya, itu hanya semakin membuatku terluka.
Sekarang, aku harus kembali menata hatiku. Mencoba tuk tak memikirkanmu. Dan aku harus belajar tuk bersikap masa bodoh denganmu, dengan perasaanku padamu, dengan perasaanku kepada semua. Aku tak mau menangis lagi, tak mau terluka lagi. Aku harus bisa. Karena ini hidupku. Kau atau siapa pun tak berhak atas diriku, hidupku, perasaanku, pilihanku dan apapun yang aku mau, yang aku lakukan.
Mungkin aku akan semakin egois. Tapi itu untuk mempertahankan hidupku dari kerasnya kehidupan. Sekarang inilah aku. Aku yang meninggalkan bayang masa laluku. Aku yang beranjak dari bayang dirimu dalam hatiku. Karena aku merasa kau telah bahagia, dan akupun harus lebih bahagia darimu.
Cinta memang tak harus saling memiliki. Itu yang selalu aku dengar. Dan itu yang selalu aku coba tuk pahami. Aku menyayangimu dengan tulus hati yang ku punya. Tapi, aku mencoba rela bila kau bahagia dengan pilihanmu, yang itu bukanlah aku. Klasik memang, tapi aku harus begitu. Harus belajar merelakanmu. Walau masih ada sedikit sesak didadaku. Tapi, aku harus seperti itu, harus!
Mungkin kini giliranku untuk mencari kebahagianku, tanpa mu. Dan aku harus bahagia. Selamat tinggal masa laluku. Mungkin tak untuk ku lupakan, tapi akan aku simpan.

Rabu, 20 Mei 2009

1st Anniversary


Siang ini panas banget. Lebih panas dari kemarin-kemarin. Serasa di dalam oven (hyperbola banget sih :-p). Hhuam…:-o Mana ngantuk banget lagi. Tapi harus tetap semangat! Kan hari ini termasuk hari special buat ku.
Setahun yang lalu, tepatnya tanggal 20 Mei 2008, yang juga bertepatan dengan UAS (Ujian Akhir Studika), aku udah mutusin tuk menutup aurat ku. Yah, walaupun ga’ seperti ukhti Sisi mentor Studika ku, ukhti Lely, dan ukhti-ukhti yang lainnya di mushola al-iqthisod kampus ku. Tapi, aku tetap bangga bisa selangkah lebih baik. Awalnya memang berat, tapi aku udah ambil keputusan itu. Kalau mikir belum siap sih, sampai kapan pun ga’ bakalan siap kalau kita ga’ mau mencoba berubah selangkah lebih baik.
Setiap orang itu pasti pernah punya lembar hitam dalam hidupnya. Semoga aja kedepan aku jadi makhluk Allah yang lebih baik dari sebelumnya.

Selasa, 19 Mei 2009

Jarak


teRkadaNg JaRak buKaN laH suaTu
peNghaLang uNtuk biSa saLing
meNyaYaNgi daN setia meNanti

teRkadaNg sosoK BaRu tiDak
seLamaNya meNjadi aSiNg

teRkadaNg peRbedaaN buKaN
aLasaN tuK taK saLiNg meNgeNaL

Rasa saYaNg laHiR taK
seLalu kaReNa saLiNg beRtataP
taPi dia aDa kaReNa
BagaiMaNa kiTa meRasa
NyamaN daN peRcaYa

Kamis, 07 Mei 2009

Still Here


Aku masih disini, belum beranjak dari tempatku. Aku masih saja seperti kemarin, belum berubah. Aku bilang bosan, aku bilang jenuh, aku bilang benci, aku bilang lelah, aku bilang tak mau lagi, tapi aku tetap saja begitu, tak beranjak sedikit pun dan tak ada perubahan apa-apa.



Tapi aku jujur dengan semua perasaanku. Hanya saja, aku tak tau bagaimana cara untuk mengatasinya. Aku masih disini, belum beranjak dari tempatku. Aku masih saja seperti kemarin, belum berubah. Masih terbuai cinta, masih tersakiti cinta, masih terikat pada cinta, masih cinta pada cinta, masih benci cinta, masih menunggu cinta, masih saja seperti itu. Aku hanya maju mundur dengan semua perasaanku. Tapi aku jujur dengan semua perasaanku. Hanya saja, aku tak tau bagaimana cara untuk mengatasinya.

Jumat, 03 April 2009

Aku


Aku diam dalam pedihku, walau ingin rasanya ku berteriak! Aku bertahan dalam penatku, walau ingin rasanya ku berlari! Aku muak!!! Aku bosan!!! Dengan semua janji dan kata-katamu. Aku tau tak seharusnya aku terbuai, tapi selalu kutepis semua prasangkaku. Kini yang ku dapat hanya kepedihan.

Kau, yang aku sayangi dengan tulus, melukaiku. Ingin ku bisa membencimu. Tapi, mengapa itu begitu sulit kulakukan? Sayang itu masih ada dihati. Walau hanya tersisa sedikit dan dengan kuat ku pungkiri. Ingin ku menjauh. Tapi ku tak bisa. Karena aku rasa tak sanggup tuk pergi jauh darimu. Entah sampai kapan aku sanggup bertahan dengan rasa ini. Terkadang aku merasa bosan. Tapi, tetap saja begitu. Aku bimbang. Aku tak tau harus bagaimana.

Hati memang tak bisa ditebak maunya. Kadang juga tak sesuai logika. Dan terkadang apa yang kita fikir baik tapi hati tak suka. Hingga kini aku tak bisa menebak apa maunya hatiku. Mungkin Cuma waktu yang dapat menjawabnya.

Sabtu, 29 September 2007

aLoNe...




Ketika hari-hari disini kulalui sendiri
Mengapa didadaku aku merasakan ada yang aneh
Ada sesuatu yang kurasa hilang
Ada sesuatu yang kurang
Yang biasanya ku merasa semua yang kucintai bersama ku
Tapi kini ku hanya sendiri

Hanya satu yang ingin ku lakukan
Aku hanya ingin semuanya cepat berlalu
Aku hanya semua cepat berakhir
Karna ku rindu semuanya
Rindu pada saat-saat dulu

Disini yang ada hanya pengap
Hanya ada bosan
Hanya ada penat
Hanya ada sepi

Andai saja semua yang ada disana bias bersama ku
Ku takkan merasakan semua yang ku benci


September 29, 2007

IPOONX

Copyright 2012 Yeay...It's me IpooNx!!!. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Baby Hello Kitty